...

溫 故 Wengu Introduction Table of content – User notes

Ha Man Tzu est le nom d'une fille condamnee a mort. Elle a soumis un poeme esperant d'etre epargnee mais malheureusement sans succes.
Vinh – u_notes – 2007/10/31
9:2. It's not bo-xue (struggle with studying) but bo-xue (extensive learning).
9:11. It's not bo-wo-yi-wen (struggle me with culture) but bo-wo-yi-wen (broaden me with culture).
Anon. – u_notes – 2006/12/06
Une suggestion pour les personnes qui écrivent dans les commentaires : plutôt que d'écrire des choses incompréhensibles vous pourriez plutôt, par exemple : 1) ajouter un texte ou un proverbe qui illustre bien l'hexagramme ou qui va dans le même sens. 2) Enoncer la question que vous avez posée à l'oracle et comment vous avez reçu la réponse. 3) Ajouter un commentaire explicatif qui complète la réponse : une histoire vécue qui illustre la portée de l'hexagramme. A vous. Merci.
Tao-In – Yijing 49 – 2009/12/01
Une suggestion pour les personnes qui écrivent dans les commentaires : plutôt que d'écrire des choses incompréhensibles vous pourriez plutôt, par exemple : 1) ajouter un texte ou un proverbe qui illustre bien l'hexagramme ou qui va dans le même sens. 2) Enoncer la question que vous avez posée à l'oracle et comment vous avez reçu la réponse. 3) Ajouter un commentaire explicatif qui complète la réponse : une histoire vécue qui illustre la portée de l'hexagramme. A vous. Merci.
Anon. – Yijing 49 – 2009/12/01
evol sent r
brazil – Yijing 33 – 2009/12/01
Seseorang sakit psihis ‘Satu jalan berbuat (jalan/ cara yang dipakai orang) untuk sekelompok orang seolah-olah dirinya menteri, Pepatah setelah mendengar penyakitnya ‘Perlu waktu lama untuk menjadi seperti semula, Disebabkan semangat kemampuannya tidak memadai pula, Bukan pejabat negara akan tetapi berlaku seolah-olah pejabat negara, Menurut saya ‘Barang siapa mengambil manfaat yang tidak wajar, Surga juga mengambil manfaat yang tidak wajar selamanya, Selain itu diberi keputusan dirinya mati oleh tangan pejabat Negara pula, Tidaklah tenang mati sehubungan dengan dua atau tiga huruf ditangannya pula. Selain itu pahala yang terealisasi tidak menghendaki kebesaran alam baka, Pemberian kematian biasanya berhubungan dengan perjalanan /proses hukum alam semesta’.
Sugiar Yao – Lunyu 221 – 2009/12/01
Pepatah suatu yang luar biasa ‘Saya mendengar begitu banyak orang berpengetahuan merasa dirinya tidak perlu dan tidak harus memiliki tujuan hidup, Biasanya akan kehilangan orang dekat.
Sugiar Yao – Lunyu 501 – 2009/12/01
Endure and in enduring grow strong.
Anon. – Yijing 32 – 2009/12/01
Lunyu 9:6 Menjelaskan yang besar nilai/ pengaruhnya memberikan kontribusi pada kehidupan setiap orang.
Setiap orang disini termasuk orang-orang berpengetahuan yang dapat menciptakan hal-hal baru dan lain-lain dll. Selama ini mendapatkan bimbingan sehingga dirinya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dengan tepat. Selanjutnya Nabi secara diplomatis mengatakan, yang besar nilainya/ pengaruhnya mengerti saya, berarti roh pembimbing Nabi selalu memberikan bimbingan pada dirinya. Nabi tidak menghendaki dirinya dinilai angkuh, merasa dirinya utusan tuhan, karena itu menyatakan boleh dikata banyak mendapatkan bimbingan dan boleh dikata belum cukup.

Pertanyaan yang besar nilainya/pengaruhnya memberikan kontribusi pepatahnya ‘Orang berpengetahuan mendapat bimbingan karena partisipasinya, Membawa begitu banyak kemungkinan pula.
Pepatah suatu kontribusi ‘Surga yang mapan dapat diperoleh melalui persiapan roh pembimbing, Lagi-lagi banyak kemungkinan pula. Seseorang mendengar seperti ini menyatakan ‘
Yang besar nilainya/ pengaruhnya mengerti saya, Menurut saya masih kurang pula, sikap merendahkan diri, Sejak dahulu banyak potensi memahami maksud urusan.
Biasanya Nabi banyak sudah melekat, Tidak banyak pula'.
Sugiar Yao – Lunyu 215 – 2009/12/01
Lunyu 15:39 mengingatkan para pemimpin negara jangan sekali-kali memberikan surat resmi tanda seseorang adalah penganut suatu agama mapun izasah yang menyatakan seseorang telah memahami ilmu agama yang dianutnya.:

Suatu pepatah “Percaya ajaran agama tidak harus ada surat resmi”.
Sugiar Yao – Lunyu 430 – 2009/12/01
Lunyu 15:11 Merupakan penjelasan, bahwa untuk memulai suatu usaha sebaiknya dimulai pada waktu remang-remang.
Kenyataan yang kita lihat memang demikian. Jika memulai usaha yang sudah terang benderang persaingannya sangat ketat dan pengusaha baru akan sulit bersaing dengan pengusaha lama yang sudah eksis lebih dahulu.
Begitu pula pada saat merayakan musim semi, perlu dirayakan dengan tari-tarian dan suara merdu, karena merayakan musim semi dengan teriakan2 yang tidak seronok hanya menunjukan dirinya tidak jauh dari bencana.
Dengan kata lain, dihari raya saja tidak dapat menahan diri untuk berucapan yang baik, bagaimana mungkin keseharian dirinya dapat menjaga ucapannya.sebagai berikut:

Pertanyaan mimik wajah yang dalam “Demi Negara bagian”.
Suatu pepatah ‘Memahami musim semi adalah waktunya, Lebih bermanfaat pada saat masih remang-remang mulai berjuang. Menciptakan pakaian bagaikan pangeran.
Kebahagiaan selanjutnya adalah mengharmoniskan dengan menari (dance), Melepas ketegangan (perasaan serius) dengan berteriak, Jauh dari orang berbakat,
Ketegangan dengan teriakan tidak seronok (kata-kata kotor), Merupakan bakat (talenta) orang-orang yang sering menghadapi malapetaka’.
Sugiar Yao – Lunyu 402 – 2009/12/01
Lunyu 9:11 Menceritakan ada orang-orang yang terlahir dengan kemampuan melihat roh-roh halus. Orang ini menyadari dirinya tidak boleh memanfaatkan roh-roh halus ini untuk kepentingan dirinya, sebagai berikut:

Sengan mimik wajah yang dalam mengeluh benar-benar meratapi berkata ‘Lihatlah setara memenuhi sampai diatas, Menerobos masuk berada diruangan sepertinya tidak mau pergi, Melihatnya setara dari depan, Tiba-tiba entah bagaimana menjadi ada dibelakang, Orang berpengetahuan hanya menganut paham yang memiliki kebaikan dan menarik perhatian manusia, Perseteruan dengan saya hanya catatan, Kontrak dengan saya hanya etika, Keinginan Gencatan / saling berdamai tidaklah mungkin, Yang telah ada punah dengan kemampuan saya, Apabila ada tempat untuk berdiri, Terkenal jadinya, Apabila memiliki bakat/ berkehendak mengamati seperti ini, Bukannya semangat/ proses yang mengakhirinya.
Sugiar Yao – Lunyu 220 – 2009/12/01
Pertanyaan umum membuat keputusan ‘Pembuat aturan menjadikan ada menteri, Menteri adalah urusan pembuat aturan, Seperti ini pembawaannya’ .
Konghucu menghadapinya dengan pepatah ‘Pembuat aturan menjadikan ada menteri adalah peraturan, Menteri adalah urusan pembuat aturan karena kesungguhan hati’.
Sugiar Yao – Lunyu 59 – 2009/12/01
Perkembangan masyarakat :
Suatu pepatah ‘Urusan pembuatan aturan adalah etika/ peraturan yang kadaluwarsa, manusia umumnya mengharapkan pertolongan/ bantuan pula’.
Sugiar Yao – Lunyu 58 – 2009/12/01
Perkembangan masyarakat :
Suatu kontribusi bernafsu pergi memberitahu penggantian tahun lunar dengan korban kambing.
Suatu pepatah ‘Berkah pula, kalian menyukai kambing, saya menyukai etika’.
Sugiar Yao – Lunyu 57 – 2009/12/01
Keakhlian :
Suatu pepatah ‘Memanah bukan sekedar memiliki suatu bidang, demi kekuasaan tidak sesuai jurusan/ bidangnya, sejak dulu seperti ini hukum keseimbangan alamnya’.
Sugiar Yao – Lunyu 56 – 2009/12/01
Agama dan kenyataan :
Seseorang memasuki kelenteng besar, bertanya segala persoalan.
Pepatah kemungkinan ‘Sesungguhnya menceritakan orang-orang Zou yang telah modern sepertinya telah biasa mengerti etika, masuk ke kelenteng besar, bertanya setiap persoalan’.
Seseorang mendengar pepatahnya seperti ini ‘Adalah aturan/ etika pula’.
Sugiar Yao – Lunyu 55 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Menciptakan kemapanan sehubungan dengan itu dibutuhkan 2 generasi, menakjubkan, menakjubkan kebiasaannya membaca buku literature telah melekat, menurut saya ikut serta menciptakan‘.
Sugiar Yao – Lunyu 54 – 2009/12/01
Pepatah pertanyaan pembelian oleh cucu penguasa ‘bersama-sama merasa nyaman sehubungan persembahan misteri, merasa tenang dan nyaman setelah memberikan persembahan misteri yang berhubungan dengan dapur/ rejeki‘.
Suatu pepatah ‘Tidaklah tepat, dapat menangkap dosa-dosa sehubungan kebahagiaan/ sorga. Menurut saya selalu berdoa untuk memohon bimbingan pula‘.
Sugiar Yao – Lunyu 53 – 2009/12/01
Beramal hanya kepada yang nampak, beramal kepada dewa kalau dewa itu nampak.
Suatu pepatah ‘Menurut saya tidak berpartisipasi dalam hal beramal, sesungguhnya tidak beramal’.
Sugiar Yao – Lunyu 52 – 2009/12/01
Kemungkinan bertanya bertani sesuai pengarahan.
Suatu pepatah ‘Bagi yang belum mengerti, mengerti pengarahan akan bermanfaat menjadikannya kebiasaan seperti ini di dunia pula, sebaiknya merealisasikan hal seperti ini sebanyak-banyaknya dan selamanya. sebaiknya menunjuk yang menangani’.
Sugiar Yao – Lunyu 51 – 2009/12/01
Suatu pepatah '“Bertani”, menggairi sendiri yang telah ada dilanjutkan seperti pengarahan sebelumnya, saya tidak tertarik perlu ada pengawasan untuk ini selamanya'.
Sugiar Yao – Lunyu 50 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘aturan /etika yang telah bersemi, boleh saya ucapkan seperti ini, untuk cadangan belum mencukupi perjalanannya pula.
Aturan/ etika yang masih remang-remang, boleh saya ucapkan seperti ini, pada masa percontohan, untuk song tidak mencukupi pula.
Buku pedoman yang tersedia masih tidak mencukupi pada waktu dahulu pula, prinsipnya menurut saya percontohan memungkinkan seperti ini selamanya’.
Sugiar Yao – Lunyu 49 – 2009/12/01
Perdagangan :
Pepatah pertanyaan suatu yang bersemi ‘Tertawa penuh arti meniru senyuman berlesung pipi, mata mengharapkan keindahan senyuman berlesung pipi, bersikap datar menjadikan menggantikan berlesung pipi, pembawaannya begitu pula‘.
Suatu pepatah ‘Melukiskan permasalahan/ urusan kemudian bersikap datar. biasanya aturan/ etika urusan nanti‘.
Suatu pepatah ‘Mulai melayani seperti ini pada dunia perdagangan pula, Mulailah dengan secara bersama-sama mengucapkan puisi selamanya‘.
Sugiar Yao – Lunyu 48 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Nabi tidak memberi tempat untuk pertengkaran. Pada saat ada yang memancing pertengkaran, Nabi biasanya akan berusaha menghindari/ mengabaikan pula, akan berjabat tangan untuk minta izin meninggalkannya sebagai menjaga citra dirinya, selanjutnya akan minum. Walaupun diajak bertengkar tetap saja seorang Nabi‘.
Sugiar Yao – Lunyu 47 – 2009/12/01
Perjalanan musiman pemula sehubungan mendapatkan aman sentosa di gunung.
Pepatah suatu cerita setelah beberapa saat ada ‘Buddha wanita mampu memberikan keselamatan’.
Pepatah menghadapinya ‘Tidak mugkin’.
Suatu pepatah ‘Tangisan dan kicau burung, ceritanya telah tersedia aman sentosa di gunung, biasanya seperti hutan belantara diabaikan’.
Sugiar Yao – Lunyu 46 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Orang-orang primitive Di sesungguhnya memiliki pembuat aturan, tidak banyak yang bersemi sepertinya telah dilupakan pula’.
Sugiar Yao – Lunyu 45 – 2009/12/01
Pertanyaan dasar membuat aturan membebaskan hutan.
Suatu pepatah ‘Pertanyaan yang sangat penting, peraturan, secara bersama-sama menjadikan seimbang dan kemewahan pula, keseimbangan sangat diperlukan, kehilangan keseimbangan mudah pula, keseimbangan sangat relatif sekali'.
Sugiar Yao – Lunyu 44 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Orang yang tidak Damai, Seperti itu membawakan aturan. Orang yang tidak Damai, seperti itu membawakan kesenangan’.
Sugiar Yao – Lunyu 43 – 2009/12/01
Tiga kelompok/ keluarga biasanya lebih harmonis saling menetralisir.
Suatu pepatah 'Saling bekerja sama menghilangkan hambatan umum, satu sorga benar-benar terjadi, benar-benar terjadi. Suatu alasan menghadirkan sehubungan dengan tiga kelompok/ keluarga dalam satu atap'.
Sugiar Yao – Lunyu 42 – 2009/12/01
Konghucu menceritakan tentang musiman pemula 'Delapan orang penari pengorbanan menari pada halaman yang dikelilingi tembok, adalah boleh ditolelir pula, sesungguhnya tidak boleh ditolelir pula.
Sugiar Yao – Lunyu 41 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Dirinya sia-sia memberi persembahan kepada setan, bujukan pula, kelihatannya penyebabnya bukan hati nurani, bukan keberanian pula'.
Sugiar Yao – Lunyu 40 – 2009/12/01
Pertanyaan suatu pengembangan 'Kemungkinan sepuluh generasi dapat dimengerti pula'.
Suatu pepatah ‘Karena masih remang-remang sehubungan berseminya aturan/ etika, sesungguhnya manfaatnya akan ada yang hilang, kemungkinan dimengerti pula. Disebabkan penemuan baru sehubungan masih remang-remang aturan/ etika, sesungguhnya kelebihannya akan ada yang hilang, kemungkinan dimengerti pula.
Karena itu kemungkinan berhasil dengan melanjutkan penemuan baru, sesungguhnya ratusan generasi, kemungkinan dimengerti pula.
Sugiar Yao – Lunyu 39 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Orang yang tidak memiliki kepercayaan, tidak akan mengerti kegunaannya pula. Bagaikan kereta besar tanpa penarik, kereta kecil tanpa kayu penghubung kuda, penyampaiannya dapat dipahami seperti ada kepastian’.
Sugiar Yao – Lunyu 38 – 2009/12/01
Mungkin menceritakan pepatah Konghucu 'Suatu alasan tidak diatur pemerintah'.
Suatu pepatah 'Buku yang beredar, membiasakan kasih sayang hanya kasih sayang, hubungan teman saudara-saudara kita, dapat diterapkan sehubungan ada pemerintah, ada lagi yang diatur pemerintah, alasannya perlu diatur pemerintah’.
Sugiar Yao – Lunyu 37 – 2009/12/01
Pertanyaan suatu potensi musiman 'Menjadikan masyarakat menghargai, ada kesungguhan hati sehingga rajin, seperti inilah yang dikehendaki'.
Suatu pepatah ‘Perlihatkan seperti pada pertanian, selanjutnya akan menghargai, kasih sayang yang manusiawi, selanjutnya akan ada kesungguhan hati, mengangkat kebaikannya begitu pula mengajarkan yang tidak diperbolehkan, selanjutnya akan rajin'.
Sugiar Yao – Lunyu 36 – 2009/12/01
Management :
Terdengar pepatah umumnya menyedihkan ‘Bagaimana membawakan sehingga masyarakat mau menerima'.
Konghucu menghadapinya dengan pepatah ‘Mengangkat secara langsung kerugian berbagai kekeliruan, selanjutnya masyarakat dapat menerima.
Mengangkat kekeliruan yang menyebabkan berbagai kerugian secara langsung, selanjutnya masyarakat tidak mau menerima'.
Sugiar Yao – Lunyu 35 – 2009/12/01
Penelitian ilmu pengetahuan & teknologi :
Suatu pengembangan belajar dari penelitian.
Suatu pepatah ‘Masih merasa banyak kekurangan sehingga ada keragu-raguan, berhati-hatilah dengan rumusan yang masih dipertahankan, prinsipnya ada perlakuan khusus yang masih terabaikan, banyak terlihat kekurangan akan menjadi malapetaka, berhati-hatilah dengan kepuasan berlebihan dan mengabaikan kegagalan.
Rumuskan fakta yang terabaikan, rasa cepat puas dan mengabaikan akan menimbulkan penyesalan, penelitian akan berlangsung seperti ini selama-lamanya’.
Sugiar Yao – Lunyu 34 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Bersemangatlah, membimbing para wanita hingga terbiasa mengerti hal ini. Mengerti hal ini karena mengerti hal ini, tidak mengerti hal ini karena tidak mengerti hal ini adalah merasa mengerti pula'.
Sugiar Yao – Lunyu 33 – 2009/12/01
Agama dan kenyataan :
Suatu pepatah ‘Biasanya memaksakan pemahaman/ doktrin berupa hal-hal yang aneh maupun ekstrim, Ini akan merusak diri sendiri pula’.
Sugiar Yao – Lunyu 32 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Belajar akan tetapi tidak berpikir logis akan tertipu/ terperangkap, berpikir logis akan tetapi sepertinya tidak sedang belajar dapat menimbulkan malapetaka’.
Sugiar Yao – Lunyu 31 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Nabi membawakan ilmu pengetahuan baru dan hasilnya tidak dapat dibandingkan, orang biasa hasilnya dapat dibandingkan dan tidak membawakan ilmu pengetahuan baru'.
Sugiar Yao – Lunyu 30 – 2009/12/01
Pertanyaan suatu kontribusi “Nabi”.
Suatu pepatah 'Terlebih dahulu dirinya menguasai rumus kemudian diikuti dengan penelitian ilmiahnya'.
Sugiar Yao – Lunyu 29 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Nabi bukan peralatan'.
(peralatan yang dapat dimanfaatkan sesuka hati oleh penguasa/ orang-orang kaya)
Sugiar Yao – Lunyu 28 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Kehangatan sejak zaman dulu adalah dapat mengerti hal-hal baru, bolehlah menjadi guru selamanya’.
Sugiar Yao – Lunyu 27 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Melihat dirinya seperti apa adanya, mengamati dirinya seperti apa semangatnya, periksa dirinya seperti apa keamanannya, bagaimana seseorang ada kepastian bisa bertahan hidup sampai tua, bagaimana seseorang ada kepastian bisa bertahan hidup sampai tua'.
Sugiar Yao – Lunyu 26 – 2009/12/01
Introspeksi diri:
Suatu pepatah ‘Menurut saya setiap hari sebelum tidur perlu menelusuri kembali ucapan yang telah dilakukan sejak pagi hari sehingga tidak memaksakan kehendak ataupun tetap dalam kebodohan. Dengan instropeksi menelusuri tindakan mau menang sendiri, selanjutnya dapat menjelaskan dengan cukup sesuatu yang akan disebar luaskan, menelusuri kembali tidak akan kelihatan seperti orang bodoh’.
Sugiar Yao – Lunyu 25 – 2009/12/01
Pertanyaan suatu yang bersemi prihal “Kasih sayang”.
Suatu pepatah ‘Penampilannya lusuh. ada persoalan, bawahan hanya memiliki pakaian untuk kerja kasar, ada undangan makan di restoran ternama, memberikan pakaian yang layak sekali ini biasanya adalah karena kasih sayang'.
Sugiar Yao – Lunyu 24 – 2009/12/01
Pertanyaan suatu perjalanan prihal “Kasih sayang”.
Suatu pepatah 'Sekarang tentang kasih sayangnya, ceritanya seperti mampu memberikan dukungan hingga mandiri.
Hingga sehubungan dengan diatas menjadi mampu mengurus kuda, pada saat mempraktekkannya mungkin perlu dukungan hingga mandiri, tidak menghargainya, pembawaan dirinya akan berakhir menjadi meninggalkan pekerjaannya’.
Sugiar Yao – Lunyu 23 – 2009/12/01
Pertanyaan menjadi orang tua yang dihormati dari petugas militer senior prihal "Kasih sayang".
Suatu pepatah 'Ayah ibunya peduli pada kesehatan dan kelangsungan hidup anak-anaknya’
Sugiar Yao – Lunyu 22 – 2009/12/01
Pertanyaan menjadi orang tua yang dihormati dan penyabar prihal “Kasih sayang”.
Suatu pepatah ‘Jangan memaksakan kehendak, lambat melindungi'.
Seseorang memberitahu pepatahnya seperti ‘Cucu orang tua yang dihormati dikaitkan dengan saya'.
Saya menghadapinya dengan pepatah ‘Jangan memaksakan kehendak'.
Pepatah lambat melindungi 'menceritakan yang selama ini menjadi kebiasaannya pula’.
Suatu pepatah ‘Melahirkan, persoalan diperlakukan dengan aturan, meninggal, kremasi diperlakukan dengan aturan, memberi persembahan diperlakukan dengan aturan’.
Sugiar Yao – Lunyu 21 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Saat berumur lima belas tahun telah memiliki kesadaran untuk belajar. Umur tiga puluh memiliki pendirian, Umur empat puluh tahun tidak kebingungan. Umur lima puluh tahun mengerti adanya kodrat. Umur enam puluh tahun mudah mendengarkan pendapat yang masuk akal. Umur tujuh puluh tahun hatinya dapat menerima sesuatu yang menjadi nafsunya dan tidak mampu dijangkaunya’.
Sugiar Yao – Lunyu 20 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Hukum alam semesta diperlakukan seperti pengendalian, ketenangan diperlakukan seperti hukuman, masyarakat menghindari sepertinya tidak ditertawakan.
Hukum alam semesta diperlakukan seperti moralitas, ketenangan diperlakukan seperti aturan, ada yang menertawakan akan menjadi kejiwaan dirinya’.
Sugiar Yao – Lunyu 19 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Tiga ratus puisi, dapat dipenuhi hanya dengan satu ucapan, Pepatahnya “Jangan berpikiran jahat”’.
Sugiar Yao – Lunyu 18 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Tujuan adanya pemerintah adalah moralitas, sebagai contoh adalah bintang utara yang disekitarnya ada begitu banyak bintang yang biasa-biasa saja’.
Sugiar Yao – Lunyu 17 – 2009/12/01
Suatu pepatah 'Jangan membahayakan orang dengan hal yang kita sendiri tidak mengerti, berbahaya apabila tidak bisa mengerti orang pula'.
Sugiar Yao – Lunyu 16 – 2009/12/01
Pepatah suatu kontribusi ‘Miskin akan tetapi bukan pembujuk/ pengemis, kaya akan tetapi tidak sombong, begitulah pembawaannya’.
Suatu pepatah ‘Sebaiknya demikian, bukannya karena miskin akan bahagia, kaya disebabkan kebiasaannya mengurus / mengatur dengan baik pula'.
Pepatah suatu kontribusi ‘Puisi mengalun, sesuatu yang diiris, sesuatu yang dipoles, sesuatu yang dipotong, sesuatu yang diasah, sebaiknya seperti ceritanya semuanya sudah dikerjakan sebaik-baiknya'.
Suatu pepatah ‘Suatu berkah pula, dimulai dengan bersama-sama mengucapkan syair sudah saatnya untuk selamanya, memberitahu semua orang mengerti telah datang dan akan menjadi kebiasaan sehari-hari’.
Sugiar Yao – Lunyu 15 – 2009/12/01
Suatu pepatah ‘Nabi makan tidak mengharapkan kenyang, selain itu bukan mengharapkan aman. Tepat sasaran setiap menangani persoalan dan ucapannya selalu berhati-hati, pendekatannya sesuai hukum alam semesta karena itu selalu sesuai. Boleh dikata baik untuk dipelajari dan sudah saatnya pula .
Sugiar Yao – Lunyu 14 – 2009/12/01
Ada suatu pepatah, "Kepercayaan dekat dan mudah dibedakan oleh hati nurani, ucapan memungkinkan diperbanyak pula.
Menghormati orang yang dekat sesuai aturan, jauh dari ditertawakan dan mendapatkan nama buruk pula.
Alasannya tidak gagal sebagai orang dekat, lagi pula boleh menjadi panutan’.
Sugiar Yao – Lunyu 13 – 2009/12/01
Ada suatu pepatah, ‘Aturan untuk dipergunakan, kerjasama untuk mencapai kemewahan, Raja pemula seperti hukum alam semesta, ini menjadikan segalanya serba indah, kecil besar bersemangat jadinya.
Apabila ada yang belum memuaskan, mengerti kerjasama merupakan bekerja sama.
Sepertinya bukan karena sosialisasi aturan, lagi pula tidak mungkin memuaskan semua pihak’.
Sugiar Yao – Lunyu 12 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Pada saat orang tuamu masih ada, perhatikan kehendaknya, orang tuamu sudah tiada, perhatikan apa yang diketahui, setelah tiga tahun jangan berubah karena orang tuamu seperti hukum alam semesta, boleh dikata jadilah orang yang penuh kasih sayang selamanya".
Sugiar Yao – Lunyu 11 – 2009/12/01
Peternak unggas bertanya sehubungan dengan pepatah suatu kontribusi,"Yang bertanggung jawab menjadi seperti ini sebenarnya karena negara bagian pula, Kepastian yang terdengar sebenarnya pemerintah, mengajukan permohonan secara bersama- sama, turun kebawah bersama-sama adalah kebersamaan.
Pepatah suatu kontribusi, "Orang yang bertanggung jawab menjadi gerah, permintaan sangat banyak, menghormati, membutuhkan segera mungkin, minta izin meninggalkan setelah tercapai kesepakatan".
Sugiar Yao – Lunyu 10 – 2009/12/01
Pepatah suatu yang luar biasa, "Berhati-hatilah bisa berakhir, mengejar yang jauh, moral rakyat akan mengalami kemunduran selamanya".
Sugiar Yao – Lunyu 9 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Nabi tidak memberatkan, selanjutnya tidak gengsi, belajar selanjutnya tidak sulit. Memiliki kesungguhan pada kepercayaan. Tidak berteman dengan yang tidak sesuai dengan dirinya. Berpengalaman, Selanjutnya tidak pernah kuatir dengan perubahan".
Sugiar Yao – Lunyu 8 – 2009/12/01
Pepatah suatu yang bersemi, "Berbobot, berbobot sederhana penampilannya, berurusan dengan kedua orang tuanya, sanggup mengabaikan kekuasaannya, sebagai pejabat mampu mencapai tujuan hidupnya, pergaulan dengan teman-temannya, ucapannya dapat dipercaya".
Pepatahnya, "Walaupun dirinya sudah cukup menguasai tetap menganggap dirinya masih belum cukup belajar, menurut saya harus berkata perlu belajar selamanya".
Sugiar Yao – Lunyu 7 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Bawahan, saat diterima perlakukanlah dengan kasih sayang, saat keluar perlakukanlah sebagai adik, pedulilah pada kepercayaan, aneka ragam cinta kasih yang bersifat duniawi, ada yang dekat dengan Damai. Ada yang memuaskan jika diingatkan dengan kekuasaan, selanjutnya menjadi ilmu pengetahuan’.
Sugiar Yao – Lunyu 6 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Hukum alam semseta memiliki ribuan manfaat untuk negara, menghargai persoalan dan dapat dipercaya, penggunaan yang tepat akan menjadikan ada cinta kasih diantara manusia, menerapkan pada masyarakat butuh waktu".
Sugiar Yao – Lunyu 5 – 2009/12/01
Pepatah suatu yang luar biasa, "Menurut saya setiap hari perlu melakukan introspeksi diri mengenai tiga hal, apakah sebagai manusia tidak membiasakan diri memiliki kesungguhan hati, apakah pada saat berteman tidak membiasakan diri untuk dapat dipercaya, apakah biasanya menyerahkan hal-hal yang tidak dapat dipraktekkan".
Sugiar Yao – Lunyu 4 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Ucapan berlebihan mencerminkan kepribadian seseorang, jarang selamanya damai".
Sugiar Yao – Lunyu 3 – 2009/12/01
Ada suatu pepatah, "Sebaiknya menjadi orang yang memiliki kasih sayang pada generasi muda, Orang-orang muda merasa boleh membuat keributan keatas, jarang selamanya seperti ini, apabila tidak boleh membuat keributan keatas, mereka merasa boleh menimbulkan kesalah pahaman, seharusnya tidak seperti ini pula adanya. Nabi pada dasarnya membawa misi, Pada dasarnya dilahirkan oleh hukum alam semesta. Dirinya memiliki kasih sayang pada generasi muda, dirinya memilih damai sebagai dasar kebersamaan".
Sugiar Yao – Lunyu 2 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Belajar dan untuk mempraktekan biasanya tidak mungkin dapat dipaksakan, Ada teman yang datang sendirian dari jauh biasanya tidak mungkin membahagiakan, Orang yang tidak mengerti dan tidak tergugah biasanya tidak mungkin seorang Nabi".
Sugiar Yao – Lunyu 1 – 2009/12/01
Suatu pepatah, "Keharmonisan pula boleh menjadi kebanggaan orang-orang selatan".
Sugiar Yao – Lunyu 121 – 2009/12/01
"L'Image

L'eau est au-dessus du feu :
Image de la ...
Si l'eau déborde, le feu s'éteint et sou énergie est perdue"

contains a typo. Should be "...et son énergie...".

Bye
repié – Yijing 63 – 2009/12/01
give thanks .
n – Yijing 38 – 2009/12/01
attirance ou répulsion?
Anon. – Yijing 30 – 2009/12/01
renoncement sublime
algiz – Yijing 51 – 2008/11/03
pardon mais je répond à Anon qui dit "trop long" mais nos transformations sont longues ! donc l'étude aussi... et ce n'est pas barbant mais intéressant :-)
Muse – Yijing 2 – 2008/11/03
"无为" rather means no (personal) intervention.
philip fung/pseudo – Daodejing 2 – 2008/11/02
k
Anon. – Yijing 0 – 2008/11/02
;
Anon. – Yijing 0 – 2008/11/02
y
Anon. – Yijing 6 – 2008/11/02
FELIX NUMEROS AMICOS celle la n'est de moi et toc!
Anon. – Yijing 0 – 2008/11/02
,
Anon. – Yijing 1 – 2008/11/02
r
Anon. – Yijing 18 – 2008/11/02
u
Anon. – Yijing 21 – 2008/11/02
encore bravo a l'ecrivain un seule regret beaucoup trop long donc fatalement barbant
Anon. – Yijing 2 – 2008/11/02
felicitation a l'ecrivain really mais pour ma part je prefere la version original par ce qu'elle moins dirigiste et laisse ce fichu "libre arbitre" au demander aussi il a la possibilité de commettre des erreures mais de les rectifier de lui meme quand il en prend conscience cela dit faut il encore qu'on ne le me prise pas au point de le considerait uniquement comme le fils du vent
Anon. – Yijing 45 – 2008/11/02
jjj
Anon. – Yijing 21 – 2008/11/02
le ptit rat de ratagass roi de forets va bien?
Anon. – Yijing 9 – 2008/11/02
oioioioi
Anon. – Yijing 57 – 2008/11/02
klklklklk
Anon. – Yijing 13 – 2008/11/02
gfhji
Anon. – Yijing 47 – 2008/11/02
...
Anon. – Yijing 58 – 2008/11/02
pourquoi ne pas utiliser la version original du livre de tranformation ?cela limitera tres certainement quelque commentaire inutiles juste une fois
Anon. – Yijing 5 – 2008/11/02
????
Anon. – Yijing 4 – 2008/11/02
au revoir c'etait fort instructif
Anon. – Yijing 51 – 2008/11/02
l'adage populaire dit ceci;l'union fait la force ,ici c'est le nombre ouai!!!!!!
Anon. – Yijing 0 – 2008/11/02
prendre le train de noël
Anon. – Yijing 4 – 2008/11/02
les "gentilles ombres"
Anon. – Yijing 64 – 2008/11/02
Le plus explicite de mes tirages (1989) J'ai rencontré mon maître dans une rue étroite où j'ai failli être mordu
JM – Yijing 38 – 2008/11/02
Se dissoudre pour s'augmenter... Comme les bergers du ciel en dispersent les moutons de pluie pour mieux rendre lumière aux moutons de la Terre...
Avrel – Yijing 59 – 2008/11/02
je vous remercie pour ce site extra !
fleur – bienvenue – 2008/11/02
je trouve ça extraordinaire !! depuis un certain temps mes décision reposent sur ce que le Yi King me fait comprendre !
fleur – Yijing 1 – 2008/11/02
Je n'ai fat que pleurer les dernieres mois a cause de la prise de conscience sur la dimention des douleurs que l'on cause a la terre. Je me demande si je vais trouver le courage d'acheter un billet d'avion por partir en Copenhage a la recherche de Hopenhagen ...et puis car je ne connais pas, il m'ont sugeré du faire du sac a dos vers cristiana, pour trouver si mon ami Amador qui avait eu un rêvé hier soir dont je trouvais l'amour de ma vie ...a Copenhage....Puis je dorme car il est tard maintenat et j'ai des rêves a dilucider.
Camaleon sans Chaussettes – Yijing 59 – 2008/11/02
Dagnelle j ai arreté de fumer, un an plus tard avec le fric économisé je suis partit en Chine. J y vis et travaille encore.
Fennec – Yijing 59 – 2008/11/02
but i dont understand ,i have the book and i dont know to make the hexagram and read it,because in the book it dose not show me pictures weet the hexagram...pls i need some help....if ther is some bady who kn halp me , this is my email ,pls contact me algocalmin500mg@yahoo.com
nico – Yijing 0 – 2008/11/02
Un retour au calme à l'intérieur, une ferme décision morale, une fidélité à toute épreuve, un horizon qui fait plaisir à voir.

Love sent too
Loo – Yijing 33 – 2008/11/02
sans cesse ...le 易经 m'aide, ses vérités sont de la pure joie
scalione – Yijing 58 – 2008/11/02
Hopefully...
Aloha – Yijing 11 – 2008/11/02
oui merci
Anon. – Yijing 31 – 2008/11/02
confusius commentary on line 6:
The hawk is the object of the hunt; bow and arrow are the tools and means. The marksman is man (who must make proper use of the means to his end). The superior man contains the means in his own person. He bides his time and then acts. Why then should not everything go well? He acts and is free. Therefore all he has to do is to go forth, and he takes his quarry. This is how a man fares who acts after he has made ready the means.
Priya – Yijing 40 – 2008/11/02
It is interesting to get the 4th and 6th line together in the world with insight and not of this world with insight, may be the very key to 45 Gathering together
Priya – Yijing 20 – 2008/11/02
Yi king, merci
drinn – Yijing 19 – 2008/11/02
Creation, in the Sacred studies, the beginning point of our History as we yet have today, but not of the total Universal History that yet is to came... if we will have place for it. Here, I am relating to BiRêiXiTh In Beginning. Looking for Universalities.
Johan Rozen Da Fonseca – Yijing 0 – 2008/11/01
La création appartient au patrimoine de l'humanité, alors concervons le bagage essentiel qui restera avec nous dans l'Au-delà :

L'Amour Inconditionnel
Martin khalid Rosenberg – Yijing 24 – 2008/11/01
So true
Anon. – Yijing 21 – 2008/11/01
循环 circle 不可 shall not 寻 seek. A closed circle is not what we should seek for. Thats the opposite of the above translation, no?
Lu(cy) – Tangshi 4 – 2008/11/01
oh and by the way. it's the year 2009 here, same in france?
Lu(cy) – Tangshi 2 – 2008/11/01
桂花 (桂華) according to the 汉语大词典 is 木樨, Osmanthus fragrans from the family of Oleaceae (olive tree).
This sites dictionary and translation uses "cinnamonum cassia" which should actually be cinnamomum cassia 肉桂 (see. 21st century c.e. dictionary)
Lu(cy) – Tangshi 2 – 2008/11/01
Garder son coeur et sa pureté d'esprit dans ses actions chaque choses vient en son heure MERCI!!
Anon. – Yijing 25 – 2008/11/01
anon,on dit lahilaaylallah il n y a de dieu que dieu cqfd
soul – Yijing 26 – 2008/11/01
que veut dire le ciel au milieu de la montagne évoque des trésors cachés?
coucou – Yijing 32 – 2008/11/01
la recherche d'une question comment pratiquer
Anon. – aide – 2008/11/01
pour une 2ieme fois... Toujour aussi amusant
Anon. – Yijing 1 – 2008/10/31
Pour une 2ieme fois...Toujour aussi amusant. Fern
Anon. – Yijing 1 – 2008/10/31
Pour une 2ieme fois...Toujour aussi amusant
Anon. – Yijing 1 – 2008/10/31
je prends note....infaillible le yiking...
Anon. – Yijing 10 – 2008/10/31
toujours aussi surprenant. Meme par ordi !!!
FranckDeLaRoche – Yijing 1 – 2008/12/10
Depuis plus de 5 ans ... Annoncé à la télé par Benazir Bhutto qui meurt elle aussi peu de temps après. Extrême futilité.
Kath – Yijing 6 – 2008/12/09
Il y a une confusion pour le tirage avec pièces : au début il est dit
Face vaut 3 (impair, Yang) et pile vaut 2 (pair, Yin),
Puis plus loin : « ... La face gravée est considérée comme yin et vaut 2, l'autre face est considérée comme yang et vaut 3. "

Face Yin, nombre pair , pile Yang, nombre impair, ça a du sens.
Iggyzen – Yijing 0 – 2008/12/09
bon , marcher dans la vertu durable ...
algiz – Yijing 23 – 2008/12/09
歸藏 il me semble bien que Guicang et non Guizang.
baiyi77 – Sanzijing 20 – 2008/12/09
good
Anon. – Yijing 60 – 2008/12/09
Ces précédents messages ne me semblent guère propices à de plus sages commentaires que je souhaite. Qui est cet Orsus qui parle ? Un inconnu vulgaire qui ne connait rien à la paix de Confusius.
Heraclite – Yijing 43 – 2008/12/09
Un revers??? non, seulement une nouvelle façon d'atteindre mon but
Pitou – Yijing 30 – 2008/12/09
Convergence étonnante entre le Livre et la situation... Je m'incline.
JlDck – Yijing 2 – 2008/12/09
i'm fullfill with the prediction of my inner self to become real.
yoko – Yijing 55 – 2008/12/09
!rgg
Anon. – Yijing 0 – 2008/12/09
Une armée ne devrait servir l'humanité que pour lui assurer la paix.
Général Kanzler et Lê Loï.
an ninh – Yijing 7 – 2008/12/09
dying for her today
algiz – Yijing 17 – 2008/12/09
Et hop, un coup dans le tibia
Anon. – Yijing 39 – 2008/12/09
Je commande un Choki
algiz – Yijing 4 – 2008/12/09
La liberation de cet envoutement tenace ? hilda
algiz – Yijing 40 – 2008/12/08
Vers une guerre China vs USA?
Anon. – Yijing 39 – 2008/12/08
Ben Laden est-il mort?
Anon. – Yijing 62 – 2008/12/08
Love sent.
CyberShi – Yijing 17 – 2008/12/08
te voila de retour... agir ou attendre ta décision ? en tout cas rester serein quoi qu'il arrive : voyons cet éclairage .
Anon. – Yijing 0 – 2008/12/08
Hexagramme tiré à la demande d'un second tirage demandé par l'hexagramme 8. Oh combien perceptif...
Anon. – Yijing 2 – 2008/12/08
Thank you from the depths of my heart for creating this pure and wise vehicle to accessing the wisdom of the I Ching. It is a profound public service and is something I rely on with complete confidence and faith.
student of the late Kwong Tit Fu – Yijing 57 – 2008/12/08
Devise judicieuse ...
Kath – Yijing 60 – 2008/12/08
Devise judicieuse ...
Kath – Yijing 60 – 2008/12/08
Il ne s'agit pas de changer les hexagrammes mais de les comprendre ... Et il n'y a rien à changer dans la contemplation de la vie :o)
Kath – Yijing 20 – 2008/12/08
le chou : ça s'est bien; mais qu'est-ce qu'on fait avec autrui?? Il faut que
je pose une autre question à mon livre de sagesse.....
Anon. – Yijing 15 – 2008/12/08
Absolutely love this website! Thank you so very much for making it available.
Anon. – intro – 2008/12/07
me voila prete à en finir.. et que dois je penser ? qui est ce tigre sur la queue duquel je dois marcher ? faut il perseverer ?
Anon. – Yijing 59 – 2008/12/07
6 mois de pratique de Natha-Yoga...
nataraja – Yijing 52 – 2008/12/07
je suis tombée sur ce tirage en de mandant si je devais retourner vers mon âme soeur pour nous unir à présent (nous nous étions séparés car je ne voulai spas d'enfant mais aujourd'hui je me sens prête à passer le pas) C'est notre unique objet de rupture...Que pouvez-vous me conseiller , je suis novice avec l'oracle! merci d'avance et bonne nuit dans la joie et la tranquillité.
nacrine – Yijing 42 – 2008/12/07
6. a. Junzi tidak menggunakan warna ungu tua dan sawo tua untuk hiasan pakaian.
b. Bahkan untuk pakaian dalam biasa juga tidak digunakan warna merah atau kemerah-merahan.
c. Pada waktu musim panas tidak mengenakan pakaian rangkap dari kain katun, halus atau kasar, tetapi selalu mengenakan pakaian dalam.
d. Bila mengenakan pakaian luar berwarna hitam, pakaian dalamNya dibuat dari kulit kambing hitam. Bila mengenakan pakaian luar berwarna putih, pakaian dalamNya dibuat dari kulit rusa putih. Dan bila mengenakan pakaian luar berwarna kuning, pakaian dalamNya dibuat dari kulit rubah kuning.
Matakin-Indonesia – Lunyu 246 – 2008/12/07
5. a. Pada waktu membawa tanda titah, jalanNya membongkok seolah-olah tidak kuat membawanya. Pada waktu mengangkat tanda titah itu ke atas, nampak sebagai orang menghormat dengan Yu, dan pada waktu menurunkannya nampak sebagai orang menyerahkan sesuatu. Wajahnya juga nampak berubah penuh perhatian, tindakan kakiNya seolah-olah dibebani sesuatu.
b. Setelah menyerahkan tanda titah itu, baharulah wajahNya nampak tenang.
c. Pada waktu bertemu dengan raja di luar dinas, wajahNya nampak sangat senang.
Matakin-Indonesia – Lunyu 245 – 2008/12/07
4. a. Pada waktu masuk pintu gerbang, jalanNya membongkok seolah-olah tempatnya tidak leluasa.
b. Pada waktu berdiri tidak pernah ditengah pintu, dan pada waktu melaluinya tidak menginjak ambang pintu.
c. Pada waktu melewati tahta, wajahnya nampak berubah, kakinya agak ditekuk, dan kata-kataNya terdengar perlahan.
d. Pada waktu menaiki balairung, jubahNya diangkat dengan rapih, badanNya membongkok, napasNya ditahan seoralh-olah tidak bernapas.
e. Pada waktu turun kembali, begitu turun di tingkat pertama, wajahNya nampak gembira dan sikapNya lebih leluasa. Setelah sampai di bawah, cepat-cepat berjalan dengan tangan seperti burung membentangkan sayap menuju tempatNya, dan sikapNya tetap hormat serta sedap dipandang.
Matakin-Indonesia – Lunyu 244 – 2008/12/07
3. a. Pada waktu ditugaskan menyambut tamu, nampak perubahan pada wajahnya dan langkah kakinya tenang.
b. Setelah berhadapan (dengan tamu) dan saling memberi Yu, sekalipun mengangkat tangan menghadap ke kiri dan ke kanan, pakaiannya bagian muka maupun belakang nampak rapih.
c. Pada waktu maju menyambut, sikap jalannya sangat indah, tangannya seperti burung membentangkan sayap.
d. Setelah tamu pergi, selalu memberi laporan, "Para tamu sudah tidak menoleh lagi."
Matakin-Indonesia – Lunyu 243 – 2008/12/07
2. a. Pada waktu Beliau di balairung, bila bercakap-cakap dengan pembesar rendahan, nampak sangat ramah tamah tetapi tegas, dan bila bercakap-cakap dengan pembesar tinggi nampak hormat tetapi tepat.
b. Bila raja hadir, sikapNya penuh hormat dan tenang.
Matakin-Indonesia – Lunyu 242 – 2008/12/07
1. a. Pada waktu Nabi Kongzi di kampung halaman sendiri, nampak sangat hormat seprti tidak cakap bicara.
b. Pada saat di dalam Miao leluhur atau di istana, sangat lancar bicara, hanya saja selalu berhati-hati.
Matakin-Indonesia – Lunyu 241 – 2008/12/07
31. 'Betapa indah bunga Tang Di. Selalu bergoyang menarik. Bukan aku tidak mengenangmu, hanya tempatmu terlampau jauh.' Membaca itu Nabi bersabda, "Sesungguhnya engkau tidak memikirkannya benar-benar. Kalau benar-benar, apa artinya jauh ?'
Matakin-Indonesia – Lunyu 240 – 2008/12/07
30. Nabi bersabda, "Yang dapat diajak belajar bersama, belum berarti dapat diajak bersama menempuh Jalan Suci; yang dapat diajak menempuh Jalan Suci, belum berarti dapat diajak bersama berteguh; dan yang dapat diajak berteguh, belum berarti dapat terus bersesuaian paham."
Matakin-Indonesia – Lunyu 239 – 2008/12/07
29. Nabi bersabda, "Yang Bijaksana tidak dilamun bimbang, Yang berperi Cinta Kasih tidak merasakan susah payah. Dan yang Berani tidak dirundung ketakutan."
Matakin-Indonesia – Lunyu 238 – 2008/12/07
28. Nabi bersabda, "Setelah tiba tengah musim dingin, barulah kita ketahui, pohon Song dan Bo paling akhirnya gugurnya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 237 – 2008/12/07
27. a. Nabi bersabda, "Dengan pakaian lama bertambal, berjajar bersama dengan orang yang berpakaian dari kulit rubah tanpa merasa malu, hanya Zi-lu orangnya."
b. (Di dalam Kitab Sanjak tertulis) "Tanpa iri, tanpa tamak, siapakah tidak akan berbuat baik ?"
c. Mendengar itu Zi-lu sepanjang hari menghafalkan sanjak itu. Nabi bersabda, "Kalau hanya ingin begitu saja, perbuatan baik apa sudah dilakukan ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 236 – 2008/12/07
26. Nabi bersabda, "Seorang panglima yang mengepalai tiga pasukan, masih dapat ditawan. Tetapi cita seorang rakyat jelata tidak dapat dirampas."
Matakin-Indonesia – Lunyu 235 – 2008/12/07
25. Nabi bersabda, "Utamakanlah sikap Satya dan Dapat Dipercaya, janganlah berkawan dengan orang yang tidak seperti dirimu dan bila bersalah janganlah takut memperbaiki !"
Matakin-Indonesia – Lunyu 234 – 2008/12/07
24. Nabi bersabda, "Kata-kata jujur dan beralasan, siapa tidak ingin mengikutinya, tetapi kalau dapat memperbaiki diri itulah yang paling berharga. Nasehat-nasehat yang lemah lembut siapakah yang merasa tidak suka, tetapi kalau dapat mengembangkan maksudnya, itulah yang paling berharga. Kalau hanya suka tetapi tidak mengembangkan maksudnya, ingin mengikuti tetapi tidak mau memperbaiki diri ; Aku tidak tahu apa yang harus Kulakukan terhadap orang semacam itu."
Matakin-Indonesia – Lunyu 233 – 2008/12/07
23. Nabi bersabda, "Kita harus hormat kepada angkatan muda, siapa tahu mereka tidak seperti angkatan yang sekarang. Tetapi bila sudah berumur empat puluh, lima puluh, belum juga terdengar perbuatannya yang baik, bolehlah dinilai memang tidak cukup syarat untuk dihormati."
Matakin-Indonesia – Lunyu 232 – 2008/12/07
22. Nabi bersabda, "Di antara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan di antara yang berbunga ada pula yang tak berbuah."
Matakin-Indonesia – Lunyu 231 – 2008/12/07
7. Zi-you bertanya hal Laku Bakti.
Nabi menjawab : "Sekarang yang dikatakan Laku Bakti katanya asal dapat memelihara, tetapi anjing dan kudapun dapat memberi pemeliharaan. Bila tidak disertai hormat, apa bedanya ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 23 – 2008/12/07
6. Meng Wu-po bertanya hal Laku Bakti.
Nabi menjawab : "Orang tua merasa sedih kalau anaknya sakit".
Matakin-Indonesia – Lunyu 22 – 2008/12/07
5. a. Meng Yi-zi bertanya hal Laku Bakti. Nabi menjawab : "Jangan melanggar !"
b. Ketika Fan-chi menyaisi kereta, Nabi memberitahu kepadanya, "Tadi Meng-sun bertanya hal Laku Bakti dan Kujawab 'Jangan melanggar'."
c. Fan-chi bertanya :Apakah yang Guru maksudkan ?" Nabi menjawab, "Pada saat hidup, layanilah sesuai dengan Kesusilaan, ketika meninggal dunia, makamkanlah sesuai dengan Kesusilaan; dan sembahyangilah sesuai dengan Kesusilaan".
Matakin-Indonesia – Lunyu 21 – 2008/12/07
4. a. Nabi bersabda : "Pada waktu berusia 15 tahun, sudah teguh semangat belajarKu".
b. "Usia 30 tahun, tegaklah pendirian".
c. "Usia 40 tahun, tiada lagi keraguan dalam pikiran".
d. "Usia 50 tahun, telah mengerti akan Firman Tian".
e. "Usia 60 tahun, pendengaran telah menjadi alat yang patuh (untuk menerima Kebenaran)".
f. "Dan usia 70 tahun. Aku sudah dapat mengikuti hati dengan tidak melanggar Garis Kebenaran".
Matakin-Indonesia – Lunyu 20 – 2008/12/07
3. a. Nabi bersabda : "Dibimbing dengan undang-undang, dilengkapi dengan hukuman, menjadikan rakyat hanya berusaha menghindari dan kehilangan perasaan harga diri".
b. "Dibimbing dengan Kebajikan dan dilengkapi dengan Kesusilaan, menjadikan rakyat tumbuh perasaan harga diri dan berusaha hidup benar".
Matakin-Indonesia – Lunyu 19 – 2008/12/07
2. Nabi bersabda : "Ada tiga ratus sanjak lebih isi Kitab Sanjak, tetapi dapat diringkas menjadi satu kalimat : 'Pikiran jangan sesat'."
Matakin-Indonesia – Lunyu 18 – 2008/12/07
1. Nabi bersabda : "Pemerintahan yang berdasarkan Kebajikan itu laksana bintang Kutub Utara tetap di tempatnya dan bintang-bintang lain mengelilinginya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 17 – 2008/12/07
16. Nabi bersabda : "Jangan khawatir orang tidak mengenal dirimu, khawatirlah kalau tidak dapat mengenal orang lain."
Matakin-Indonesia – Lunyu 16 – 2008/12/07
15. a. Zi-gong bertanya : "Seorang yang pada saat miskin tidak mau menjilat dan pada saat kaya tidak sombong, bagaimanakah dia ?" Nabi menjawab : "Itu cukup baik. Tetapi alangkah baiknya bila pada saat miskin tetap gembira dan pada saat kaya tetap menyukai Kesusilaan".
b. Zi-gong berkata : "Di dalam Kitab Sanjak tertulis, 'Laksana dibelah, dikikir, laksana dipahat, digosok'. Demikiankah yang Guru maksudkan ?" Nabi bersabda : "Oh, Se; engkaulah orang yang dapat diajak membicarakan Kitab Sanjak, dengan Kubicarakan hal yang satu, kamu mengetahui kelanjutannya".
Matakin-Indonesia – Lunyu 15 – 2008/12/07
14. Nabi bersabda : "Seorang Junzi, makan tidak mengutamakan kenyangnya; bertempat tinggal tidak mengutamakan enaknya, ia tangkas di dalam tugasnya dan hati-hati di dalam kata-katanya. Bila mendapatkan seseorang yang hidup di dalam Jalan Suci, ia dijadikan teladan untuk meluruskan hatinya. Demikianlah seseorang yang benar-benar suka belajar".
Matakin-Indonesia – Lunyu 14 – 2008/12/07
13. You-zi berkata : "Kalau memegang sikap Dapat Dipercaya dan dilandasi Kebenaran, maka kata-katanya akan dapat ditepati. Kalau sikap Hormat aitu dilandasi Tata Susila, niscaya menjauhkan malu dan hina. Kalau dapat dekat dengan orang yang patut (karena jiwanya yang luhur), ia akan mendapatkan pembimbing yang boleh dijunjung".
Matakin-Indonesia – Lunyu 13 – 2008/12/07
12. a. You-zi berkata : "Di dalam menjalankan Tata Susila itu, keselarasanlah yang paling utama. Maka Jalan Suci raja-raja purba itu menyatakan, bahwa memang hal itulah terbaik untuk mengatasi perkara kecil maupun besar"
b. "Kalau ada hal-hal yang tidak dapat dijalankan, inilah karena orang hanya menjalankan keselarasan demi keselarasan saja, tanpa didasari Kesusilaan. Sudah barang tentu, ada hal yang tidak dapat dijalankan".
Matakin-Indonesia – Lunyu 12 – 2008/12/07
11. Nabi bersabda : "Pada saat ayah seseorang masih hidup, periksalah cita-citanya; setelah meninggal dunia, periksalah perbuatannya. Bila selama tiga tahun tidak mengubah Jalan Suci orang tuanya, boleh ia disebut seorang anak berbakti".
Matakin-Indonesia – Lunyu 11 – 2008/12/07
10. a. Zi-qin bertanya kepada Zi-gong, "Tiap kali Guru tiba di suatu negara, niscaya mengetahui pemerintahannya. Ini disebabkan karena berusaha mengetahui atau diberi tahu ?"
b. Zi-gong menjawab : "Guru mendapatkan itu karena sikapNya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah. Demikianlah Guru mendapatkan pengetahuan itu. Berbeda dengan orang lainkah cara Guru mendapatkannya ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 10 – 2008/12/07
9. Zeng Zi berkata : "Hati-hatilah saat orang tua meninggal dunia dan janganlah lupa memperingati sekalipun telah jauh. Dengan demikian rakyat akan kembali tebal Kebajikannya".
Matakin-Indonesia – Lunyu 9 – 2008/12/07
8. a. Nabi bersabda : "Seorang Junzi bila tidak menghargai dirinya, niscaya tidak berwibawa, belajarpun tidak akan teguh".
b. "Utamakanlah sikap Satya dan Dapat Dipercaya".
c. "Janganlah berkawan dengan orang yang tidak seperti dirimu".
d. "Bila bersalah janganlah takut untuk memperbaiki".
Matakin-Indonesia – Lunyu 8 – 2008/12/07
7. Zi Xia berkata : "Orang yang dapat menjunjung Kebijaksanaan lebih dari keelokkan, melayani orang tua dapat mencurahkan tenaganya, mengabdi kepada pemimpin berani berkorban, bergaul dengan kawan dan sahabat kata-katanya dapat dipercaya, meskipun dikatakan ia belum belajar, aku akan mengatakan; ia sudah belajar ".
Matakin-Indonesia – Lunyu 7 – 2008/12/07
6. Nabi bersabda : "Seorang muda, di rumah hendaklah berlaku Bakti, di luar hendaklah bersikap Rendah Hati, hati-hati sehingga dapat dipercaya, menaruh cinta kepada masyarakat dan berhubungan erat dengan orang yang ber Peri Cinta Kasih. Bila telah melakukan hal ini dan masih mempunyai kelebihan tenaga, gunakanlah untuk mempelajari Kitab-kitab".
Matakin-Indonesia – 2008/12/07
Matakin-Indonesia – Lunyu 6 – 2008/12/07
5. Nabi bersabda, "Mengatur negeri yang mempunyai seribu kereta perang harus hormat kepada tugas dan dapat dipercaya, hemat dalam anggaran belanja dan mencintai sesama manusia, memerintah rakyat hendaklah disesuaikan dengan waktunya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 5 – 2008/12/07
4. Zeng-zi berkata, "Tiap hari aku memeriksa diri dalam tiga hal ; sebagai manusia adakah aku berlaku tidak Satya ? Bergaul dengan kawan dan sahabat adakah aku berlaku tidak dapat dipercaya ? Dan adakah ajaran Guru yang tidak kulatih ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 4 – 2008/12/07
3. Nabi bersabda, "Seorang yang pandai meutar kata-kata dan bermanis muka, sesungguhnya jarang berperi Cinta Kasih."
Matakin-Indonesia – Lunyu 3 – 2008/12/07
2. a. You-zi berkata, "Seseorang yang dapat berlaku Bakti dan Rendah Hati, tetapi suka menentang atasan, sungguh jarang terjadi ; tidak suka menentang atasan, tetapi suka mengacau, ini belum pernah terjadi."
b. "Maka seorang Junzi mengutamakan pokok ; sebab setelah pokok itu tegak, Jalan Suci akan tumbuh. Laku Bakti dan Rendah Hati itulah pokok peri Cinta Kasih".
Matakin-Indonesia – Lunyu 2 – 2008/12/07
1. a. Nabi bersabda, "Belajar dan selalu dilatih, tidakkah itu menyenangkan?"
b. "Kawan-kawan datang dari tempat jauh, tidakkah itu membahagiakan?"
c. "Sekalipun orang tidak mau tahu, tidak menyesali, bukankah ini sikap seorang Junzi?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 1 – 2008/12/07
21. Nabi membicarakan tentang Yan-yuan, "Sungguh sayang (sekarang sudah meninggal) ! Aku hanya melihat kemajuannya tidak pernah melihat ia berhenti".
Matakin-Indonesia – Lunyu 230 – 2008/12/07
Nabi membicarakan tentang Yan-yuan, "Sungguh sayang (sekarang sudah meninggal dunia) ! Aku hanya melihat kemajuannya tidak pernah melihat ia berhenti."
Matakin-Indonesia – Lunyu 230 – 2008/12/07
20. Nabi bersabda, "Orang yang tidak merasa segan melaksanakan kata-kataKu, kiranya Hui orangnya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 229 – 2008/12/07
19. Nabi bersabda, "Seumpama membangun gunung-gunungan, setelah hanya kurang satu keranjang untuk menjadikannya, bila terpaksa menghentikannya, akan Kuhentikan. Seumpama meratakan tanah yang berlubang, setelah hanya kurang satu keranjang untuk meratakannya, sekalipun keadaan memaksa berhenti, Aku akan terus melaksanakannya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 228 – 2008/12/07
Nabi bersabda, "Aku belum pernah melihat seseorang yang mencintai Kebajikan seperti mencintai keelokan".
Matakin-Indonesia – Lunyu 227 – 2008/12/07
17. Tatakala Nabi berdiri di tepi sebuah sungai, bersabda, "Semuanya mengalir pergi seperti ini. Siang malam tiada henti-hentinya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 226 – 2008/12/07
16. Nabi bersabda, "Di luar rumah dapat mengabdi kepada Pemerintah, di dalam rumah dapat mengabdi kepada orang tua dan saudara-saudara, di dalam hal kematian tidak berani tidak bersungguh-sungguh dan tidak bermabuk dengan anggur, inilah yang selalu menjadi pertanyaan, apakah Aku sudah dapat menjalankan ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 225 – 2008/12/07
15. Nabi bersabda, "SekembaliKu dari negeri Wei ke negeri Lu ini, musik telah ditertibkan, sehingga Nyanyian Pujian dan Nyanyian Pujaan telah ditempatkan pada kedudukannya yang benar."
Matakin-Indonesia – Lunyu 224 – 2008/12/07
14. a. Nabi ingin pindah saja ke daerah ke sembilan suku bangsa Yi.
b. Ada orang bertanya, "Tempat itu sangat buruk keadaannya. Mengapakah akan tinggal disana ?"
c. Nabi bersabda, "Seorang Junzi diam dimanapun, tiada tempat yang buruk baginya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 223 – 2008/12/07
13. a. Zi-gong bertanya, 'Kalau seseorang mempunyai sebuah batu Giok yang indah, sebaiknya disimpan di dalam lemari saja atau lebih baik dijual ?"
b. Nabi bersabda, "Dijual ! Dijual ! Tetapi nantikanlah harga yang layak."
Matakin-Indonesia – Lunyu 222 – 2008/12/07
12. a. Nabi sakit keras, Zi-lu memerintahkan murid-murid lain supaya berlaku sebagai menteri (untuk persiapan perkabungan).
b. Tatkala penyakitnya agak berkurang, Nabi bersabda, "Sudah lama kiranya Qiu sakit. Selalu ada-ada saja yang kau lakukan, Zhong-you ! Tidak mempunyai menteri berbuat seolah-olah mempunyainya. Siapakah yang hendak Kukelabui ? Apakah Aku akan mengelabui Tian (Tuhan Yang Maha Esa)?"
c. "Apakah kau kira Aku lebih suka mati dipelukan tangan menteri dari pada mati dipelukan kamu semua, murid-muridKu ? Meski Aku tidak memperoleh upacara penguburan kebesaran, Kukira tidak sampai mati di tengah jalan."
Matakin-Indonesia – Lunyu 221 – 2008/12/07
11. a. Yan Yuan dengan menarik napas berkata, "Bila kupandang, terasa bertambah tinggi, semakin kugali, terasa bertambah dalam. Kadang-kadang kupandang nampak berdiri di muka, sekonyong-konyong ternyata ada di belakang."
b. "Demikianlah Guru selalu dengan baik meluaskan pengetahuanku dengan kitab-kitab dan melatih diriku dengan Kesusilaan, sehingga walaupun kadang-kadang ingin menghentikan belajar, ternyata tidak dapat."
c. "Aku menggunakan segenap kepandaianku, sehingga terasa teguh dan nampak jelas di mukaku, tetapi untuk mencapainya ternyata masih belum dapat juga."
Matakin-Indonesia – Lunyu 220 – 2008/12/07
10. Pada waktu Nabi berjumpa dengan orang yang sedang berkabung ; yang mengenakan topi dan pakaian kebesaran ; atau seorang buta, sekalipun orang itu lebih muda, niscaya berdiri bila orang itu lewat. Bila Nabi melewati, selalu mempercepat langkahnya.
Matakin-Indonesia – Lunyu 219 – 2008/12/07
9. Nabi bersabda, "Burung Feng tidak menampakkan diri, peta tanda-tanda tidak muncul di sungai ; perjalananKu inipun sudah sampai akhirnya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 218 – 2008/12/07
8. Nabi bersabda, "Adakah Aku mempunyai banyak pengetahuan ? Tidak banyak pengetahuanKu ! Tetapi kalau datang seorang yang sederhana bertanya dengan kekosongan hatinya, dengan berpegang pada ke dua ujung persoalan yang dikemukakannya. Aku akan berusaha baik-baik memecahkan persoalannya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 217 – 2008/12/07
7. Seorang murid bernama Lao berkata, "Dahulu Guru pernah bersabda, 'Justru karena Aku tidak diperlukan dunia, maka lebih banyaklah pengetahuan yang Kuperoleh'."
Matakin-Indonesia – Lunyu 216 – 2008/12/07
6. a. Ada seorang berpangkat Tai-zai bertanya kepada Zi-gong, "Seorang Nabikah Guru tuan, mengapa begitu banyak kecakapanNya ?"
b. Zi-gong menjawab, "Memang Tian, Tuhan Yang Maha Esa telah mengutusNya sebagai Nabi. Maka banyaklah kecakapanNya."
c. Ketika mendengar itu Nabi bersabda, "Tahukah pembesar itu akan diriKu ? Pada waktu muda Aku banyak menderita, maka banyaklah Aku memperoleh kecakapan-kecakapan biasa. Haruskah seorang Junzi mempunyai banyak kecakapan ? Tidak, ia tidak memerlukan banyak."
Matakin-Indonesia – Lunyu 215 – 2008/12/07
5. a. Nabi terancam di negeri Kong.
b. Beliau bersabda, "Sepeninggal Raja Wen, bukankah Kitab-kitabnya Aku yang mewarisi ?"
c. "Bila Tian Yang Maha Esa hendak memusnahkan Kitab-kitab itu, Aku sebagai orang yang lebih kemudian, tidak akan memperolehnya. Bila Tuhan tidak menghendaki musnahnya Kitab-kitab itu, apa yang dapat dilakukan orang-orang negeri Kong atas diriKu ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 214 – 2008/12/07
4. Nabi telah lepas dari Empat Cacat : Tidak berangan-angan kosong, tidak mengharuskan, tidak kukuh dan tidak menonjolkan Akunya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 213 – 2008/12/07
3. a. Nabi bersabda, "Mengenakan topi dari rami (untuk orang-orang yang telah dewasa) itulah adat istiadat lama. Sekarang orang menggantinya dengan sutera karena lebih sederhana. Aku mengikuti umum."
b. "Memberi hormat dari tempat bawah, itulah adat istiadat lama, sekarang orang menggantinya dengan memberi hormat setelah orang naik ke atas. Ini sungguh sombong. Meskipun bertentangan dengan umum, Aku tetap menjalankan hormat dari tempat bawah."
Matakin-Indonesia – Lunyu 212 – 2008/12/07
2. a. Seorang dari daerah Da Xiang pernah berkata, "Sungguh besar Kongzi ! Pengetahuannya sangat luas dan dalam, sayang tidak mempunyai satu keahlian yang dapat memasyhurkan namanya."
b. Mendengar itu Nabi berkata kepada murid-murid, "Aku harus menjadi ahli apa ? Harus menjadi ahli mengendarai keretakah ? Harus menjadi ahli memanahkah ? Baiklah Aku belajar menjadi ahli mengendarai kereta saja."
Matakin-Indonesia – Lunyu 211 – 2008/12/07
1. Nabi jarang membicarakan hal keuntungan, melainkan hal Firman, melainkan hal Cinta Kasih.
Matakin-Indonesia – Lunyu 210 – 2008/12/07
21. Nabi bersabda, "Tentang Raja Yu sesungguhnya tiada yang dapat Kucela. Makan minumnya sangat sederhana, tetapi di dalam sembahyang kepada leluhur dan Tuhan Yang Maha Rokh dapat berlaku bakti benar. Pakaiannya sangat sederhana, tetapi waktu menjalankan upacara sembahyang, ia mengenakan pakaian dan topi yang sangat indah. Istananya sangat sederhana, tetapi dengan sepenuh tenaga ia mengatur saluran-saluran air. Sesungguhnyalah tiada yang dapat Kucela tentang Raja Yu."
Matakin-Indonesia – Lunyu 209 – 2008/12/07
20. a. Ada lima orang menteri Raja Shun untuk mengatur dunia.
b. Raja Wu berkata, "Ada 10 orang menteriku yang cakap."
c. Nabi Kongzi bersabda, "Memang sukar mencari orang yang cakap. Bukankah begitu ? Bukankah pada jaman Tang dan Yu merupakan jaman banyak orang pandai ?" (Di antara 10 orang menteri yang dikatakan Raja Wu itu) adalah seorang wanita, jadi hanya ada 9 orang laki-laki yang cakap."
d. "Pada waktu itu Raja Wen (ayah Raja Wu) telah menguasai dua per tiga dunia, tetapi ia tetap mengabdi setia kepada Kerajaan Yin. Kebajikan yang dilaksanakan Kerajaan Zhou (oleh Raja Wen) sesungguhnya sudah mencapai puncak Kebajikan."
Matakin-Indonesia – Lunyu 208 – 2008/12/07
19. a. Nabi bersabda, "Sungguh besar pribadi Yao sebagai raja, sungguh mulia dia, Hanya Tian Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Besar, dan hanya Yao yang dapat mengikutiNya. Sungguh besarlah (Kebajikannya). Maka rakyat tidak tahu bagaimana harus memujinya."
b. "Betapa mulia jasa-jasanya dan adat susila yang diciptakan, sesungguhnya sangat cemerlang."
Matakin-Indonesia – Lunyu 207 – 2008/12/07
18. Nabi bersabda, "Sungguh tinggi dan mulia Raja Shun dan Yu. Meski dunia menjadi miliknya, sedikitpun tidak untuk kesenangan diri sendiri."
Matakin-Indonesia – Lunyu 206 – 2008/12/07
17. Nabi bersabda, "Di dalam belajar hendaklah seperti engkau tidak dapat mengejar dan khawatir seperti engkau akan kehilangan pula."
Matakin-Indonesia – Lunyu 205 – 2008/12/07
17. Nabi bersabda, "Di dalam belajar hendaklah seperti engkau tidak dapat mengejar dan khawatir seperti engkau akan kehilangan pula."
Matakin-Indonesia – Lunyu 205 – 2008/12/07
16. Nabi bersabda, "Seorang yang hanya berani dan tidak jujur, yang tidak cakap dan tidak hati-hati, yang tidak pandai dan tidak dapat dipercaya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 204 – 2008/12/07
15. Nabi bersabda, "Guru musik Zhi pada waktu mulai memangku jabatan, telah memainkan lagu Guan Sui denagan akhiran yang sangat megah, merdu memenuhkan telinga."
Matakin-Indonesia – Lunyu 203 – 2008/12/07
'Nine at the beginning means:
He breaks his wheels. ' contains a typo. Should be 'brakes his wheels'.. this can be seen in the Chinese. If one doubts this one can check a print version of Wilhelm/Baynes.
Anon. – Yijing 63 – 2008/12/07
14. Nabi bersabda, "Kalau tiada atas hal yang berhubungan dengan kedudukanmu, janganlah ikut campur tangan."
Matakin-Indonesia – Lunyu 202 – 2008/12/07
13. a. Nabi bersabda, "Hanya orang yang benar-benar dengan penuh kepercayaan suka belajar, baharulah ia dapat memuliakan Jalan Suci hingga matinya."
b. "Ia tidak masuk ke tempat yang berbahaya. Ia tidak mau berdiam di tempat yang kacau balau. Bila dunia dalam Jalan Suci ia keluar menunaikan tugas ; bila dunia ingkar dari Jalan Suci, ia menyembunyikan diri."
c. "Bila negara di dalam Jalan Suci, ia merasa malu hidup sengsara dan hina ; tetapi bila negara ingkar dari Jalan Suci, ia merasa malu hidup kaya dan mulia."
Matakin-Indonesia – Lunyu 201 – 2008/12/07
12. Nabi bersabda, "Orang yang setelah belajar tiga tahun tanpa sedikitpun mengingat akan hadiahnya, sesungguhnya jarang didapat."
Matakin-Indonesia – Lunyu 200 – 2008/12/07
11. Nabi bersabda, "Biar mempunyai kepandaian seperti Pangeran Zhou, bila ia sombong dan tamak, sesungguhnya belum patut dipandang."
Matakin-Indonesia – Lunyu 199 – 2008/12/07
10. Nabi bersabda, "Seorang yang menyukai keberanian tetapi takut sengsara, akan menjadi pengacau. Yang tidak berperi Cinta Kasih bila terlalu dibenci iapun akan menjadi pengacau."
Matakin-Indonesia – Lunyu 198 – 2008/12/07
9. Nabi bersabda, Apa yang boleh bagi rakyat, biarlah dilaksanakan, yang tidak boleh, biarlah diketahui."
Matakin-Indonesia – Lunyu 197 – 2008/12/07
8. a. Nabi bersabda, "Bangunkan hatimu dengan Sanjak."
b. "Tegakkan pribadimu dengan Kesusilaan."
c. "Sempurnakan dirimu dengan Musik."
Matakin-Indonesia – Lunyu 196 – 2008/12/07
7. a. Zeng-zi berkata, "Seorang siswa tidak boleh tidak berhati luas dan berkemauan keras, karena beratlah bebannya dan jauhlah perjalanannya."
b. "Cinta Kasih itulah bebannya, bukankah berat ? Sampai mati barulah berakhir, bukankah jauh ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 195 – 2008/12/07
6. Zeng-zi berkata, "Seorang yang dapat diserahi mengasuh anak yatim piatu, dapat menunaikan tugas negara di tempat yang beratus li jauhnya, dan di dalam menjumpai kesulitan tidak goncang hatinya, bukankah ia seorang Junzi ? Sungguh ia seorang Junzi !"
Matakin-Indonesia – Lunyu 194 – 2008/12/07
5. Zeng-zi berkata, "Cakap, tetapi suka bertanya kepada yang tidak cakap ; berpengetahuan luas tetapi suka bertanya kepada yang kurang pengetahuan ; berkepandaian tetapi kelihatan tidak ; berisi tetapi nampak kosong ; tidak mendendam atas perbuatan orang lain ; dahulu aku mempunyai seorang teman yang dapat melakukan ini."
Matakin-Indonesia – Lunyu 193 – 2008/12/07
4. a Tatkala Zeng-zi sakit. Meng Jing-zi menengoknya.
b. Zeng-zi berkata, "Burung yang akan mati terdengar sedih suaranya ; sedang orang yang akan mati, baik kata-katanya".
c. Seorang Junzi menjunjung tiga syarat hidup di dalam Jalan Suci. Di dalam sikap dan lakunya, ia menjauhkan sikap congkak dan angkuh ; pada wajahnya selalu menunjukkan sikap Dapat Dipercaya dan di dalam percakapannya selalu ramah tamah serta menjauhi kata-kata kasar."
d. "Mengenai alat perlengkapan upacara sembahyang tidak perlu engkau turut campur, karena sudah ada yang mengurus."
Matakin-Indonesia – Lunyu 192 – 2008/12/07
4. a. Tatkala Zeng-zi sakit, Meng Jing-zi menengoknya.
b. Zeng-zi berkata, "Burung yang akan mati terdengar sedih suaranya ; sedang orang yang akan mati, baik kata-katanya."
c. "Seorang Junzi menjunjung tiga syarat hidup di dalam Jalan Suci. Di dalam sikap dan lakunya, ia menjauhkan sikap congkak dan angkuh ; pada wajahnya selalu menunjukkan sikap Dapat Dipercaya dan di dalam percakapannya selalu ramah tamah serta menjauhi kata-kata yang kasar".
Matakin-Indonesia – Lunyu 192 – 2008/12/07
3. a. Tatkala Zeng-zi sakit, dikumpulkan murid-muridnya, lalu berkata, "Singkaplah selimut kakiku, singkaplah selimut tanganku (lihat baik-baik) !".
b. "Didalam Kitab Sanjak, tertulis, "Hati-hatilah, was-waslah seolah-olah berjalan di tepi jurang yang dalam, seolah-olah berdiri menginjak lapisan es yang tipis." Sekarang dan selanjutnya sudah bebaslah aku dari tanggung jawab atas tubuhku. Ingatlah ini , hai anak-anakku !"
Matakin-Indonesia – Lunyu 191 – 2008/12/07
2. a. Nabi bersabda, "Melakukan hormat tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang repot. Berhati-hati tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang serba takut. Berani tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang suka mengacau. Dan jujur tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang berlaku kasar."
b. "Maka seorang pembesar bila benar-benar dapat melakukan tugas di dalam keluarganya, rakyat akan timbul peri Cinta Kasihnya ; bila tidak dilupakan sahabat-sahabat lamanya, rakyat tidak tawar perasaan hatinya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 190 – 2008/12/07
1. Nabi bersabda, "Sungguh sempurna Kebajikan Tai-bo ; tiga kali ia rela melepaskan haknya sebagai seorang putera makhkota. Maka rakyat tidak mengerti bagaimana harus memujinya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 189 – 2008/12/07
38. Nabi sangat ramah tamah tetapi sungguh-sungguh ; agung tetapi tidak nampak bengis ; penuh hormat tetapi wajar.
Matakin-Indonesia – Lunyu 188 – 2008/12/07
37. Nabi bersabda, "Seorang Junzi berhati longgar dan lapang ; seorang rendah budi berhati sempit dan berbelit-belit."
Matakin-Indonesia – Lunyu 187 – 2008/12/07
36. Nabi bersabda, "Seorang yang bermewah-mewah, niscaya sombong ; seorang yang terlalu hemat, niscaya kikir. Tetapi dari pada sombong lebih lumayan kikir".
Matakin-Indonesia – Lunyu 186 – 2008/12/07
35. Nabi sakit, Zi-lu ingin melakukan doa bagi kesembuhanNya. Nabi bertanya, "Adakah peraturan semacam itu ?"
Zi-lu menjawab, "Ada. Di dalam surat Doa disebut 'Berdoalah kepada rokh-rokh yang di atas dan di bawah !'
Nabi bersabda, "Kalau begitu, Aku sudah lama berdoa".
Matakin-Indonesia – Lunyu 185 – 2008/12/07
34. a. Nabi bersabda, "Untuk menjadi seorang Nabi atau seorang yang berperi Cinta Kasih, bagaimanakah Aku berani mengatakan ? Tetapi di dalam hal belajar dengan tidak merasa jemu, mendidik orang dengan tidak merasa capai, orang boleh mengatakan hal itu bagiKu."
b. Gong Xi-hua berkata, "Justru dalam hal itulah murid-murid tidak dapat mencapainya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 184 – 2008/12/07
33. Nabi bersabda, "Di dalam hal pengetahuan Kitab, mungkin Aku sudah menyamai orang-orang lain ; tetapi di dalam hal kesungguhan berlaku sebagai seorang Junzi, Aku masih khawatir belum berhasil."
Matakin-Indonesia – Lunyu 183 – 2008/12/07
32. Bila Nabi mendengar orang menyanyikan lagu yang baik, niscaya minta diulanginya dan kemudian ikut menyanyi.
Matakin-Indonesia – Lunyu 182 – 2008/12/07
32. Bila Nabi mendengar orang menyanyikan lagu yang baik, niscaya minta diulanginya dan kemudian ikut menyanyi.
Matakin-Indonesia – Lunyu 182 – 2008/12/07
31. a. Chen Si-bai bertanya, "Apakah Raja muda Zhao mengerti Kesusilaan ?" Nabi menjawab, "Mengerti !"
b. Setelah Nabi Kongzi pergi, Wu Ma-qi dipersilahkan masuk dan diberitahu, "Menurut pendengaranku, seorang Junzi itu tidak menyebelah. Tetapi mungkinkah seorang Junzi menyebelah ? Pangeran kita sudah mengambil seorang gadis dari negeri Wu yang sama nama marganya, tetapi lalu diubah menjadi Wu Meng-zi. Kalau pangeran kita mengerti Kesusilaan, siapakah yang tidak mengerti Kesusilaan ?"
c. Wu Ma-qi melaporkan hal itu. Nabi bersabda, 'Sungguh beruntunglah Aku, karena tiap kali berbuat salah, segera ada orang yang mengetahuinya."
Matakin-Indonesia – Lunyu 181 – 2008/12/07
30. Nabi bersabda, "Jauhkah peri Cinta Kasih ? Kalau Aku inginkan Cinta Kasih, Cinta Kasih itu sudah besertaKu."
Matakin-Indonesia – Lunyu 180 – 2008/12/07
29. a. Orang-orang dari Hu-xiang sukar diajak bicara baik-baik. Suatu ketika anak-anak muda dari daerah itu ingin menjumpai Nabi, maka murid-murid merasa bimbang.
b. Nabi bersabda, "Aku hanya melihat bagaimana mereka datang, bukan apa yang akan mereka perbuat setelah berlalu. Mengapakah kamu bersikap keterlaluan ? Orang yang datang dengan sudah membersihkan diri ; Kuterima kebersihan dirinya itu tanpa Kupersoalkan apa yang telah pernah mereka perbuat pada waktu yang lalu".
Matakin-Indonesia – Lunyu 179 – 2008/12/07
28. Nabi bersabda, "Mungkin ada orang yang sesungguhnya tidak mengerti, tetapi ingin ikut-ikut melakukan ; Aku tidak akan berbuat seperti itu. Banyaklah mendengar, ambillah yang baik dan ikutilah. Banyaklah melihat dan ingat-ingatlah di dalam hati. Orang yang demikian dapat digolongkan orang pandai tingkat kedua."
Matakin-Indonesia – Lunyu 178 – 2008/12/07
27. Nabi mau memancing tetapi tidak mau menjaring, mau memanah burung tetapi tidak mau yang sedang hinggap.
Matakin-Indonesia – Lunyu 177 – 2008/12/07
26. a. Nabi bersabda, "Biar Aku tidak dapat menjumpai seorang Nabi, asal dapat menjumpai seorang Junzi, cukuplah bagiKu".
b. "Biar Aku tidak dapat menjumpai seorang yang sempurna Kebajikannya, asal dapat menjumpai seorang yang berkemauan tetap, cukuplah bagiKu".
c. "Orang yang sesungguhnya tidak mempunyai, tetapi berlagak mempunyai; sebenarnya kosong, tetapi berlagak penuh ; dan sesungguhnya kekurangan tetapi berlagak mewah ; niscaya sukar mempunyai kemauan tetap".
Matakin-Indonesia – Lunyu 176 – 2008/12/07
26. a. Nabi bersabda, "Biar Aku tidak dapat menjumpai seorang Nabi, asal dapat menjumpai seorang Junzi, cukuplah bagiKu".
b. "Biar Aku tidak dapat menjumpai seorang yang sempurna Kebajikannya, asal dapat menjumpai seorang yang berkemauan tetap, cukuplah bagiKu"
Matakin-Indonesia – Lunyu 176 – 2008/12/07
25. Ada empat hal di dalam Ajaran Nabi : Pengetahuan Kitab, Perilaku, Kesatyaan dan Dapat Dipercaya.
Matakin-Indonesia – Lunyu 175 – 2008/12/07
24. Nabi bersabda, "Hai, murid-muridKu ; adakah kausangka bahwa Aku merahasiakan sesuatu ? Sesungguhya tiada yang Kurahasiakan terhadapmu. Tiada yang Kulakukan dengan tiada setahumu. Demikianlah sifat Qiu, murid-muridKu".
Matakin-Indonesia – Lunyu 174 – 2008/12/07
23. Nabi bersabda, "Tian (Tuhan Yang Maha Esa) telah menyalakan Kebajikan dalam diriKu. Apa yang dapat dilakukan Huan-tui terhadap diriKu ?"
Matakin-Indonesia – Lunyu 173 – 2008/12/07
22. Nabi bersabda, "Tiap kali jalan bertiga, niscaya ada yang dapat Kujadikan guru. Kupilih yang baik, Kuikuti dan yang tidak baik, Kuperbaiki".
Matakin-Indonesia – Lunyu 172